B20 untuk Ketahanan Energi Nasional

Home / Diskusi Keprofesian / B20 untuk Ketahanan Energi Nasional

B20 untuk Ketahanan Energi Nasional

by

Ayu Bedtrik (12113082)

 

B20 (20% biodiesel, 80% minyak bumi diesel) adalah campuran biodiesel yang  populer karena merupakan keseimbangan yang baik dari biaya, emisi, kinerja cuaca dingin, kompatibilitas bahan, dan kemampuan untuk bertindak sebagai pelarut. Sebagian besar pengguna biodiesel membeli B20 atau lebih rendah campuran dari distributor bahan bakar normal mereka atau dari pemasar biodiesel.

B20, jenis biodiesel mengandung 20 persen asam lemak metil eter, yang bisa membuka jalan bagi rencana pemerintah untuk memiliki semua kendaraan diesel-mesin menggunakan bahan bakar tahun depan.

Jumat (12/2) menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said melepas Tim Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20% (B20) Roadshow Lintas Jawa-Bali 2016. Pelepasan roadshow ini melengkapi roadshow sebelumnya  yakni Roadshow to Sumatera dan Roadshow Tour the Java-Bali yang berakhir pada 5 Februari 2016 lalu.

Pemanfaatan B20 memberikan manfaat yang banyak antara lain, meningkatkan diversifikasi energi untuk ketahanan energi nasional dan mengurangi impor BBM hingga 6,9 juta KL yang setara dengan penghematan devisa USD 2 milyar dan berkontribusi mengurangi emisi CO2 equivalent sebesar 9-18 juta ton CO2 equivalent per tahun.

Biodiesel murni (B100) mengandung sekitar 8% lebih sedikit energi per galon dari diesel minyak bumi. Untuk B20, ini diterjemahkan menjadi perbedaan 1% sampai 2%, namun sebagian besar pengguna B20 melaporkan tidak ada perbedaan yang nyata dalam kinerja atau ekonomi bahan bakar. Biodiesel memiliki beberapa manfaat emisi, terutama untuk mesin yang diproduksi sebelum tahun 2010. Untuk mesin dilengkapi dengan sistem selektif reduksi katalitik (SCR), manfaat kualitas udara adalah sama apakah berjalan pada biodiesel atau minyak diesel. Namun, biodiesel masih menawarkan gas rumah kaca yang lebih baik (GRK) manfaat dibandingkan dengan bahan bakar diesel konvensional. Manfaat emisi kira-kira sepadan dengan tingkat campuran; yaitu, B20 akan memiliki 20% dari gas rumah kaca manfaat pengurangan B100.

Pemerintah diharapkan untuk bergerak maju dengan mandat B20 blending meskipun harga minyak rendah. Jumlah subsidi yang diperlukansehingga pemasar minyak pada tingkat diamanatkan telah lebih dari dua kali lipat sejak pelaksanaan tahun lalu tapi itu tidak mungkin untuk mencegah kelangsungan kebijakan ini. Volume biodiesel disubsidi akan lebih rendah dari yang direncanakan untuk menjagaanggaran. Subsidi itu dibayarkan oleh retribusi pada ekspor minyak dan produk minyak sawit sawit mentah.

Pemanfaatan biodiesel dengan implementasi B20 ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM No 20 Tahun 2014 sebagai mandatory kepada sektor transportasi (PSO/Non PSO), industri dan pembangkit listrik dengan target implementasi pada tahun 2016 dan selanjutnya pada 2020 mencapai B30.

sumber :
http://www.afdc.energy.gov/fuels/biodiesel_blends.html
http://esdm.go.id

Recent Posts
Comments

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

2