Eksplorasi Sea Bed Mining Jadi Target Indonesia Selanjutnya

Home / Divisi Keprofesian / Eksplorasi Sea Bed Mining Jadi Target Indonesia Selanjutnya

Eksplorasi Sea Bed Mining Jadi Target Indonesia Selanjutnya

 
seabedmining

Penulis : Ayu Bedtrik

Minggu, 18 September 2016 | 18.00 WIB

Bandung, hmt.mining.itb.ac.idIndonesia masih memiliki cadangan pertambangan yang sangat besar dan masih tersimpan di lautan (sea bed mining) karena terbatasnya kegiatan eksplorasi. Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perlu mengeksplorasi yang namanya sea bed mining.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas negara 5.193.250 km² dan lautan sekitar 3.273.810 km² memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tidak hanya di darat melainkan juga di lautnya. Plt. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan dapat berupa minyak, gas bumi, mineral ataupun batubara dengan jumlah yang besar dan masih tersimpan di lautan karena terbatasnya kegiatan eksplorasi.

Dari data cadangan minyak dan gas yang dimiliki Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, saat ini menunjukkan cadangan terbukti minyak bumi berada di angka 3,602.53 MMSTB, sedangkan cadangan potensial diangka 3,702.49 MMSTB.

“Kita secara internasional memiliki hampir 6.000.000 km square sea bed mining dan sea bed mining kita tersebut belum ada satupun yang kita sentuh,” ujar Luhut usai rapat dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu, Kamis (1/9).

“Sea bed mining inilah yang menjadi target kita untuk dieksplorasi dan saya minta kepada temen-temen ESDM untuk mengeksplor yang namanya sea bed mining ini,”lanjut Luhut.

Dikutip dari website Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Direktur Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (TISDA) BPPT, Dr Yusuf Surahman, mengatakan bahwa potensi minyak, gas bumi, dan mineral ditemukan di laut Indonesia. Kandungan mineral yang bernilai ekonomis akan ditemukan dalam jumlah potensial di perairan utara Sulawesi dan Maluku karena topografi dasar lautnya sama dengan di Papua Niugini yang telah diketahui kaya akan sumber mineral dasar laut. Sumber tambang dasar laut di Papua Niugini mengandung tembaga, seng, plumbum, emas, dan perak. Eksploitasinya mencapai 200 ton per hari.

Pada tahun 2002 tim ilmuwan menemukan adanya indikasi emas di Teluk Semangko dekat gunung api bawah laut yang sudah tidak aktif lagi. Gunung itu dekat dengan Pulau Tabuan Air disebut Gunung Tabuan Air. Kandungan emas di lokasi itu sekitar 5 part per billion atau 0,5 gram per ton.

Indonesia dengan jatidiri bangsa bahari, sudah saatnya kita mengenal potensi alam yang dimiliki Indonesia untuk mendukung ekonomi kelautan sehingga dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kemakmuran bangsa.

Sumber : esdm.go.id

 

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search