GEDUNG MENJULANG BANDUNG TERENDAM – 14 Januari 2015

Home / Articare (Divisi Sosial Kemasyarakatan) / GEDUNG MENJULANG BANDUNG TERENDAM – 14 Januari 2015

GEDUNG MENJULANG BANDUNG TERENDAM – 14 Januari 2015

Percaya atau tidak, ini bukanlah pertama kalinya banjir melanda Kota Bandung. Sejak tahun 1980-an, setiap tahunnya beberapa daerah di Kota Bandung selalu dilanda banjir. Di penghujung tahun 2014 kemarin, terdapat tiga kecamatan yang mengalami banjir yang amat parah yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang. Banjir yang terjadi di tiga kecamatan tersebut mencapai ketinggian hingga 3 meter akibat luapan dari Sungai Citarum. Ironisnya, banjir baru mulai surut setelah merendam daerah tersebut selama 10 hari.

Akibat bencana banjir ini, lebih dari 14.000 warga harus mengungsi di pos pengungsian. Tak ada alasan lain, selain tempat tinggal mereka terendam air. Selain mengganggu aktivitas warga, banjir ini mengakibatkan jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung terputus yang sudah tentu menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Banyak pengguna kendaraan mencari jalur alternatif yang tidak terendam banjir.

Apakah yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Bandung?

Seperti yang kita ketahui, Kota Bandung terus mengalami pembangunan. Pembangunan mall, apartemen, dan gedung lainnya sudah menjadi pemandangan yang biasa yang kita lihat di pusat Kota Bandung. Kota Bandung memang terkenal dengan wisata belanja dan wisata alamnya. Udara kota ini yang relatif sejuk membuat kota ini digemari wisatawan untuk hanya sekadar berbelanja maupun menikmati kesejukan di daerah pegunungan. Berbicara sedikit tentang pegunungan, kini banyak pembangunan di daerah Lembang. Lembang merupakan daerah resapan air yang sangat penting bagi Kota Bandung. Tetapi kini banyak lahan-lahan di daerah Lembang disulap menjadi villa, hotel, tempat rekreasi, restoran, dan lainnya untuk menarik wisatawan datang. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak negatif misalnya peralihan fungsi lahan. Lahan yang awalnya dapat meresap air hujan lebih banyak, dengan adanya peralihan fungsi lahan ini dapat menyebabkan penurunan jumlah air yang meresap ke dalam tanah. Dengan rendahnya daerah resapan air, tentu saja kita tak bisa mengelak ketika hujan turun hingga berhari-hari, khususnya saat musim hujan seperti ini.

Ketika banjir melanda, benda apa yang paling sering anda lihat? Apalagi kalau bukan plastik yang banyak berserakan. Hal ini menandakan banyak warga Kota Bandung yang masih belum sadar akan membuang sampah pada tempatnya. Banyak warga yang membuang sampah pada saluran-saluran air. Plastik ini akan menghambat aliran air pada saluran air. Sudah barang tentu, ini menjadi salah satu penyebab mengapa Kota Bandung sering mengalami banjir.

Bagaimana cara mencegahnya?

Banyak orang beranggapan bahwa banjir di Kota Bandung tak dapat terhindarkan. Hujan turun begitu lebat dengan intensitas yang cukup tinggi, sementara lahan penyerapan air telah terlanjur beralih fungsi menjadi gedung-gedung yang menjulang tinggi ke langit. Anggapan tersebut hanyalah anggapan konyol semata yang seakan-akan hanya diam duduk menunggu datangnya hujan, kemudian pergi ke pengungsian saat banjir mulai terjadi.

Mau tidak mau semua langkah positif yang dapat mencegah terjadinya banjir di Bandung ini harus dilakukan. Seperti misalnya membuat lubang biopori. Mengenai lubang biopori sebenarnya sudah tersosialisasikan, tapi pelaksanaannya efektif. Baru sedikit masyarakat yang mulai membuat lubang biopori. Padahal lubang yang cukup sederhana ini dapat membantu meningkatkan proses resapan air. Dengan meningkatkan daya resap tanah terhadap air, maka secara tidak langsung kita akan memperkecil resiko tergenangnya air dan dalam skala besar dapat memperkecil resiko terhadap banjir.

Apakah kita mau untuk menghentikan budaya banjir yang setiap tahun datang bertamu ke beberapa daerah di Bandung ini? Tentu jawabannya adalah iya. Untuk itu, marilah kita sosialisasikan lubang biopori ini pada teman-teman, keluarga, tetangga, dan kepada warga Bandung di sekeliling kita. Untuk Bandung yang lebih baik, aman, dan nyaman. HMT HMT HMT!

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

Articare 7 - HMT Peduli 2 #27 Des 2014disprof