KONTRAK KARYA (KK) PT. FREEPORT INDONESIA

Home / Diskusi Keprofesian / KONTRAK KARYA (KK) PT. FREEPORT INDONESIA

KONTRAK KARYA (KK) PT. FREEPORT INDONESIA

Kontrak karya I (1967) pada bidang pertambangan ditandai dengan adanya kesepakatan dengan PT Freeport Inc. untuk pengembangan tambang tembaga di Ertsberg. Kontrak ini berlaku selama 30 tahun dan mulai beroperasi sejak tahun 1973. Adanya Kontrak Karya II (1991) berupa kesepakatan dengan PT. Freeport Indonesia (PT. FI) yang berlaku selama 30 tahun dengan periode produksi akan berakhir di tahun 2021 serta ada kemungkinan perpanjangan 2 x 10 tahun sampai tahun 2041.

Isu yang sekarang lagi hangat yaitu, apakah KK PT.FI ini akan diperpanjang atau tidak. Oleh karena itu, pemerintah melalui kementerain ESDM sedang melakukan renegosiasi dengan PT.FI. Banyak sekali masalah yang ditimbulkan oleh PT.FI di Papua terutama masalah sosial dan lingkungan. Memang benar PT.FI merupakah penyokong utama perekonomian Kabupaten Mimika, tapi dibalik itu terdapat masalah seperti benang kusut yang sulit terurai. PT.FI mendapatkan cadangan emas, tembaga, perak dan mineral asosiasi lainnya dalam jumlah yang sangat besar. Tetapi, dari semua penjualan bahan tambang tersebut, pemerintah Indonesia hanya mendapatkan sebagian kecilnya saja.

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikelola oleh negara dan digunakan sebenar-benarnya untuk kepentingan rakyat. Dengan berbekal UUD 1945 pasal 33 ayat 3 dan UU nomor 4 tahun 2009, pemerintah Indonesia melakukan renegosisasi kontrak karya freeport. Ada dua opsi yang ditawarkan, yaitu KK-nya akan diperpanjang atau tidak. Jika diperpanjang, maka pajak dan royalti yang diberikan kepada Indonesia harus lebih besar dari yang sekarang, dan pemerintah juga inginkan saham yang lebih besar di PT.FI agar bisa ikut ambil bagian dalam merumuskan arah kebijakan PT.FI. Opsi kedua yaitu KK-nya diputus dan mempersiapkan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan untuk mengambil alih lokasi tambang freeport. BUMN yang dimaksud ada 2 yaitu PT. Bukit Asam .Tbk dan PT. Aneka Tambang .Tbk. Tetapi PT.BA bergerak di bidang batubara, sehingga tidak terlalu berkompeten untuk mengambil alih lokasi tambang freeport yang merupakan tambang bijih. Harapan satu-satunya yaitu PT.ANTAM. Tapi beberapa bulan yang lalu, Dirut ANTAM menyatakan bahwa ANTAM belum siap jika diminta untuk mengambil alih lokasi tambang freeport, dikarenakan pengalaman dan etos kerja yang sangat berbeda.

Berdasarkan analisis kondisi di atas, maka pemerintah tidak punya pilihan lain selain memperpanjang KK Freeport dengan syarat royalti dan pajak yang diberikan ke pemerintah Indonesia harus lebih besar dari sekarang dan pemerintah menargetkan saham di PT.FI sebesar 30%. Apapun kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia kedepannya terkait Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia, semoga semuanya bertujuan untuk memakmurkan rakyat Indonesia secara lahir maupun batin.

 

Arruya Ashadiqa

12112062

Divisi Keprofesian HMT-ITB

Recent Posts
Showing 3 comments
  • Hanif Ikhsan Pratama
    Reply

    Seinget saya, kalau tidak salah di perpustakaan HMT ada dokumen KK PTFI ini, mungkin bisa dicari dan ditambahkan lagi ke tulisan ini supaya lebih lengkap.
    Sukses terus ya HMT!

    • david
      Reply

      Iya ada.. Makalah warna merah. Cuman terakhir gw liat raib entah kemana. God bless us all

  • Reply

    mungkin bisa lebih detail lagi apa saja keuntungan dan kerugian dari kontrak ini, maju terus hmt

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search