Lonjakan Harga Batubara, Saham Perusahaan Tambang Naik

Home / Divisi Keprofesian / Lonjakan Harga Batubara, Saham Perusahaan Tambang Naik

Lonjakan Harga Batubara, Saham Perusahaan Tambang Naik

Pulihnya harga batubara dalam beberapa bulan terakhir telah didukung meningkatnya nilai saham perusahaan batubara lokal dan kembalinya kepercayaan diri untuk sektor yang telah lama berjuang dengan permintaan rendah. harga patokan batubara termal Indonesia naik menjadi $ 69,07 per metrik ton pada bulan Oktober – tertinggi dalam 18 bulan – terus naik selama lima bulan setelah keluar dari posisi terbawahnya di Mei, menurut data terbaru yang dikumpulkan oleh Kementerian ESDM. Tiongkok yang merupakan pasar batubara Indonesia, telah menutup produksi batubara domestik, memaksa produsen listrik Tiongkok untuk mulai mengimpor batubara.
Pada keadaan ini, saham Bumi Resources, produsen batu bara terbesar di Indonesia kembali naik. Sentimen positif telah didukung dari harga komoditas bahkan perusahaan yang dililit utang seperti Bumi. Saham BUMN Pertambangan PT.  Bukit Asam, telah meningkat 70 persen dalam lima bulan terakhir. Indo Tambangraya Megah, perusahaan batubara Thailand Banpu, naik 47 persen pada periode yang sama. Namun perlu diingatkan bahwa dalam jangka panjang, harga saham perusahaan tambang akan tergantung pada kinerja fundamental mereka sendiri, bagaimana para perusahaan  membuat langkah mereka selanjutnya. Misalnya, memperpanjang atau memperbaharui kontrak batubara mereka, atau diversifikasi bisnis mereka. Produksi batubara Indonesia turun 14 persen menjadi 241.1 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena permintaan dari Tiongkok dan pasar lainnya menurun.
Bagi produsen batubara, sektor listrik adalah alternatif bisnis lain untuk mengurangi kerugian mereka dari harga batubara yang lemah tahun lalu. Sektor listrik menarik beberapa produsen batu bara karena pemerintah ingin menambah 35.000 megawatt ke jaringan listrik nasional. Adaro Energy, yang sahamnya melonjak 164 persen sejauh tahun ini, diversifikasi usaha dari produksi batubara menjadi pembangkit listrik. Pembangunan pembangkit listrik 2.000-megawatt berbahan bakar batubara di Batang, Jawa Tengah, telah dimulai dan diharapkan untuk menghasilkan $ 80 juta/bulan untuk konsorsium yang membangun dan mengoperasikan itu, ketika mulai beroperasi pada tahun 2020. Batubara akan tetap menjadi pemasok utama untuk pembangkit listrik, yang pada akhirnya akan meningkatkan konsumsi domestik sumber daya dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para penambang dan produsen. British Petroleum juga mencatat bahwa konsumsi batubara di Indonesia – sekarang delapan terbesar pengguna batubara di dunia – akan terus tumbuh karena program 35.000 megawatt Presiden Joko Widodo akan datang dari batubara.
SUMBER : JakartaGlobe
Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search