Nikah Muda vs Nikah Tua?

Home / Divisi Kajian / Nikah Muda vs Nikah Tua?

Nikah Muda vs Nikah Tua?

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. . Menikah adalah hal yang indah bagi pasangan yang saling mencintai.

Lalu diusia berapakah sebainya kita melangsungkan pernikahan ? Banyak yg mengatakan bahwa usia-usia muda merupakan usia terbaik untuk menikah. Baik dari sisi kesehatan dan psikologis, usia muda bisa dikatakan usia yang paling ideal. Namun untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita mengkaji terlebih dahulu.

Hasil Kajian :

Berikut adalah beberapa keuntungan yang didapat oleh pasangan yang melakukan pernikahan di usia muda :

  1. Lebih terjaga dari dosa

Dalam ajaran agama, menikah di usia muda adalah hal yang di anjurkan karena dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas dan penyebaran penyakit kelamin yang berbahaya. Selain itu, menikah di usia muda juga memastikan konteks garis keturunan yang jelas.

  1. Lebih bahagia

Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun. Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi.

  1. Mudah beradaptasi

Pengantin berusia muda memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, keluarga pasangan, dan kebiasaan buruk pasangan. Hal yang demikian tidak terjadi pada pasangan penganting yang telah berusia matang.

  1. Lebih puas untuk urusan intim

Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan hubungan intim lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali hubungan intim dalam sebulan. Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda – diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati keadaan intim.

  1. Belajar kedewasaan

Belajar menjadi lebih dewasa dengan orang yang kita cintai adalah fase hidup yang menyenangkan. Bisa menjadi lebih bertanggung jawab. Daripada sebelumnya saat belum menikah, seseorang akan bisa lebih bertanggung jawab karena tuntutan atau keadaan yang memaksa harus seperti itu.

  1. Bersama-sama mengejar mimpi

Masa muda adalah masa mengejar impian. Di sinilah letak serunya menikah muda, Anda dan pasangan masih memiliki semangat yang tinggi dalam mengejar cita-cita. Tak sebatas itu saja, dukungan yang diberikan pun lebih konkrit dan nyata.

  1. Lebih mudah meraih kesuksesan

Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.

  1. Faktor reproduksi

Peluang memperoleh anak lebih tinggi, dibandingkan pengantin wanita berusia lebih dari 35 tahun. Ini adalah keuntungan menikah muda.

Dan berikut adalah alasan-alasan untuk tidak menikah muda :

  1. Kepuasan menikmati masa muda menjadi berkurang.

Kadangkala meskipun sudah menikah tapi perilakunya masih seperti anak muda yang bebas, suka nongkrong, kelayapan, suka cari hiburan dan lain sebagainya. Akibatnya, cekcok dengan istri pasti terjadi.

  1. Belum bisa berfikir dewasa.

Bila terjadi suatu masalah dalam keluarga, biasanya sering gagal menyelesaikan masalah karena seringkali emosi.

  1. Cita-cita utama bisa kandas di tengah jalan.

Mereka yang menikah muda biasanya sulit untuk meraih masa depan cemerlang yang diidamkan karena tersita oleh kehidupan keluarga.

  1. Rentan berpisah.

Banyak sekali alasan yang bisa menyebabkan mereka berpisah seperti adanya perselingkuhan, kurang dewasa menyikap persoalan dan lain sebagainya.

  1. Kesulitan keuangan.

Usia 13-18 tahun misalnya bukanlah usia produktif untuk bisa bekerja dan menghasilkan uang karena memang masih tahap belajar. Jadi kemungkinan besar bagi pasangan ini akan mengalami kesulitan keuangan. Kecuali semua biaya rumah tangga disubsidi oleh kedua orang tua mereka. Namun itupun  tidak bisa menjamin.

  1. Potensi keguguran cukup tinggi.

Bagi pasangan yang belum dewasa biasanya belum sepenuhnya memahami tata cara merawat kehamilan sehingga potensi keguguran cukup tinggi.

Kesimpulan :

Berdasarkan hal-hal diatas, dalam menikah itu baik di usia muda atau tua bukanklah faktor yang terpenting, akan tetapi faktor terpenting adalah kedewasaan dalam hal mental dan materi untuk memulai sebuah kehidupan rumah tangga. Karena menikah itu membutuhkan rasa jatuh cinta berulang kali pada pasangan yang sama.

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search