Siapkah Indonesia dengan Kekayaan Thorium?

Home / Diskusi Keprofesian / Siapkah Indonesia dengan Kekayaan Thorium?

Siapkah Indonesia dengan Kekayaan Thorium?

By

Ayu Bedtrik (12113082)

Akhir-akhir ini mencuat isu tentang kekayaan Thorium Indonesia.
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan terdapat potensi Thorium di Indonesia 3-4 kali lipat dari potensi uranium, 210.000-280.000 ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan.

Cadangan Thorium tersebar di daerah ditemukannya unsur tanah jarang seperti di Pulau Bangka, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menegaskan penggunaan thorium sebagai sumber energi pembangkit listrik di wilayah Indonesia membutuhkan waktu yang tidak singkat. Melainkan harus menunggu waktu hingga 40 tahun dari eksperimen sampai komersial. Saat ini belum ada satu pun negara di seluruh dunia yang sudah menggunakan thorium untuk pembangkit listrik, teknologinya masih dalam tahap penelitian. Thorium juga tidak bisa berdiri sendiri sebagai bahan bakar, harus dicampur dengan uranium.

“Thorium itu tidak bisa langsung dipakai, harus diubah dulu jadi uranium dan prosesnya tidak mudah. Kalau dalam istilah teknis disebut bahan ‘fertil’ (membiak atau tidak bisa membelah diri) harus diubah dulu dengan direaksikan dengan neutron. Cadangan Thorium masih belum dapat dihitung menjadi energi listrik. Sulit untuk diukur berapa jika dikonversi menjadi listrik,” ungkap Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, seperti dilaporkan republika.co.id, Jumat (5/2).

Saat ini belum ada yang menerapkan PLTT (Pembangkit Listrik Tenaga Thorium) secara full. Thorium tidak bisa berdiri sendiri tanpa uranium. Thorium membutuhkan uranium sebagai inisiator. Tapi saat ini masih diteliti oleh banyak negara. India menjadi salah satu negara yang saat ini cukup maju melakukan eksperimen Thorium. Tantangannya bagaimana membuatnya siap menjadi bahan bakar.

Thorium masih membutuhkan penelitian yang panjang, belum dapat segera digunakan. Tetapi thorium memang sumber energi yang prospektif dan sangat menjanjkan untuk masa depan. Indonesia pun harus melakukan penelitian karena jika ditinjau dari biaya listrik yang dihasilkannya, diperkirakan hanya US$ 6-8 sen/kWh relatif lebih murah dibandingkan dengan batubara. Maka dari itu, Indonesia harus mulai mengembangkannya.

Recent Posts
Comments
pingbacks / trackbacks

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

b20