Wanita dan Dunia Pertambangan

Home / Dunia Tambang / Wanita dan Dunia Pertambangan

Wanita dan Dunia Pertambangan

Dahulu kala industri pertambangan kurang memiliki warna dari hadirnya wanita, namun kini sudah banyak wanita yang bergelut di bidang keprofesian ini.


Entah karena image pekerja keras dari dunia pertambangan yang meluntur atau karena faktor lain. Namun yang bisa kita lihat sekarang sudah banyak wanita yang ambil bagian dari dunia pertambangan. Di universitas pun, persentasi mahasiswi yang mengambil studi jurusan pertambangan meningkat. Tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi para wanita apabila berkecimpung di dunia pertambangan yang bisa disebut sebagai ‘dunianya para lelaki’. Harus bekerja di daerah terpencil yang jauh dari manapun, dari keluarga, dan dari fasilitas hiburan seperti mall (yang mana mayoritas digemari para wanita) pastinya bukan sebuah tantangan kecil. Apalagi ditambah dengan kerja jangka lama dan shiftshift-an. Mungkin wanita lajang bisa mengatasi masalah ini lebih mudah dibanding dengan wanita yang telah berkeluarga, terlebih apabila memiliki anak yang harus dibesarkan. Terdengar dari beberapa sumber bahwa karena langkanya wanita di lapangan, perlakuan terhadap lelaki maupun wanita pun hampir sama. Perempuan juga dituntut untuk memiliki profesionalitas dan keahlian yang setara dengan para lelaki dimana di suatu sisi juga tidak kehilangan jati diri sebagai perempuan. lemah lembut tapi tegas, kuat dan teliti. Tak bisa dipungkiri bahwa faktor upah merupakan salah satu pendukung meningkatnya ketertarikan pada bidang pertambangan, tak terkecuali wanita.

Tidak selamanya pula wanita akan bekerja turun langsung di lapangan. Ada pekerjaan yang bisa dilakukan wanita dan tidak harus terjun langsung ke lapangan, seperti teknisi IT, bidang yang berbau bisnis dan ekonomi, maupun penganalisa atau penasihat pertambangan. Tapi tidak menutup kemungkinan pula bagi wanita yang memang ingin kerja berat seperti pengemudi bulldozer, excavator, truk, bagian pemboran, dan lain sebagainya.  Pada dasarnya memang setiap orang harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan dan pribadi. Faktor psikologi yang berbeda antara wanita dan pria juga mungkin berpengaruh terhadap daya tahan seseorang dalam menjalani dunia pertambangan dan lingkungan yang keras. Pria yang cenderung lebih memakai logika mungkin akan lebih tahan terhadap tekanan kerja dibanding wanita yang lebih menggunakan perasaan.


Tidak pasti apakah peningkatan ketertarikan perempuan pada bidang pertambangan merupakan wujud dari emansipasi wanita atau bukan, tapi yang jelas bahwa ketertarikan dan peluang itu semakin bertambah bagi kaum hawa. Tentunya akan lebih menarik apabila ‘dunia kaum lelaki’ ini mendapat sedikit sentuhan wanita.

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

2-1