LALA MAJU ( LAMA-LAMA MANIS JUGA )

Lala maju ( lama-lama manis juga ) adalah sebuah teori yang menjelaskan fenomena tentang banyaknya mahasiswa HMT-ITB yang memadu kasih maupun berpacaran di dalam lingkaran himpunan sendiri baik dengan satu angkatan atau berbeda.  Analisis SWOT merupakan fokus dari fenomena yang kontroversial ini yang dititikberatkan pada hubungan seangkatan. Teori ini pertama kali dikukuhkan oleh salah satu mahasiswa HMT-ITB 2015 yang memosisikan diri sebagai “Anti Lalamaju”. Awalnya, bahasan ini bisa disebut remeh temeh karena dianggap sebagai angin lalu saja. Namun seiring waktu, kenyataanya banyak juga mahasiswa HMT-ITB lain yang menaruh perhatian pada fenomena ini baik memosisikan diri sebagai Anti Lalamaju ataupun Pengamat. Masalah dari lalamaju sebenernya sederhana yaitu terkait pola interaksi sosial yang mulai berubah ketika fenomena pacaran sesama anggota himpunan mulai terjadi. Hal ini terutama dirasakan sekali oleh kubu Anti Lalamaju. Namun sebenarnya, penyadaran hak dan kewajiban bagi setiap kubu merupakan jawaban untuk mendampingi aktivitas Lalamaju yang sudah terjadi.

Lalamaju sendiri muncul ketika sudah mulai banyaknya mahasiswa HMT-ITB yang mulai memadu kasih atau berpacaran satu sama lain terutama untuk  angakatan 2015 dan 2016.   Awalnya fenomena ini tidak ada yang menggubris, hingga seiring waktu para pasangan ini mulai menjalankan “prokernya” sebagai pasangan seperti pada umumnya. Parameter kualitatif dari proker ini sudah bisa dilihat ketika mulai adanya kegiatan berpacaran / berdua-duan di mabes (sekre HMT-ITB) ataupun sekitarnya, berkegiatan akademik di kelas yang terlihat selalu bersama pasangan, hingga kegiatan himpunan di luar kampus yang juga tidak jauh-jauh dari pasangan saat menjalankan kegiatannya.

Menurut kutipan Maksud dan Tujuan HMT-ITB poin satu yaitu “Menciptakan, memelihara ikatan kekeluargaan yang erat di antara para mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung”, dimana kegiatan lalamaju agaknya bertentangan dengan kutipan tersebut. Tidak dipungkiri bahwa kegiatan lalamaju membuat waktu kubu praktisi (pihak yang memraktikan lalamaju) menjadi lebih berkurang untuk berinteraksi dengan teman lainnya serta menjalin kekeluargaan. Akibatnya, banyak pihak lain (terutama kubu Anti lalamaju) merasa tersingkirkan dan tidak dihargai keberadaannya saat sedang bersama dengan pasangan ini. Kegiatan lalamaju yang terekspos juga menjadi bukti bahwa anggota  HMT-ITB sulit untuk menjalin hubungan kasih dengan orang di luar lingkaran itu. Meskipun ada juga anggota HMT-ITB yang dapat menjalin kasih dengan orang di luar lingakaran itu bahkan hingga di luar kampus. Tetapi, fenomena ini tidak terekspos bak “gunung es” di lautan. Fakta selanjutnya  yang paling utama hingga menjadi dasar terbentuknya kubu anti lalamaju adalah membuat nasib para jomblo di HMT jadi tambah ngenes. Hal ini terdata ketika kubu lain mengungkapkan perasaannya bahwa terlihat mudahnya bagi praktisi untuk berbahagia saat sedang bersama pasangan sementara dirinya hanya sebagai penonton.

“Mengusahakan kesejahteraan material maupun spiritual serta membela kepentingan anggotanya” merupakan bunyi poin ke tiga Maksud dan Tujuan HMT-ITB. Lalamaju terlihat agaknya tidak bertentangan dengan poin ketiga ini. Tidak dipungkiri, bahwa faktanya lalamaju memberikan efek motivasi belajar untuk praktisi ketika salah satu praktisi mengalami kenaikan nilai akademik dibanding sebelum memraktikan lalamaju. Kebahagiaan juga pastinya salah satu yang dirasakan oleh praktisi ketika memiliki pasangan hingga muncul anggapan Bandung dan ITB ini milik berdua, yang lainnya ngontrak. Itu adalah bentuk kesejahteraan spiritual. Sementara itu asas perlindungan yang lebih dari pasangan merupakan hal positif yang didapat dari kegiatan lalamaju. Hal ini menjadi penting mengigat sebagian besar anggota HMT-ITB (khususnya mahasiswi) merupakan anak perantauan dan itu adalah bentuk dari kesejahteraan material.

Jadi, kesadaran hak dan kewaiban bagi setiap kubu untuk menghargai satu sama lain merupakan keharusan untuk dapat mendampingi fenomena lalamaju yang telah terjadi secara bersama-sama. Kewajiban praktisi untuk menghargai teman lain dengan melakukan kasih di situasi dan priotitas yang tepat sebagai perwujudan poin satu  Maksud dan Tujuan HMT-ITB. Kubu Anti lalamaju juga sadar bahwa hak mutlak bagi setiap praktisi untuk melakukan lalamaju sekaligus menyadarkan bahwa tidak ada jaminan ia kelak juga membelot menjadi praktisi lalamaju sebagai perwujudan poin ketiga Maksud dan Tujuan HMT-ITB. Dengan sinergitas ini, diharapkan poin kedua HMT-ITB dapat terwujud yaitu “Membina, mengembangkan serta menyebarkan kecintaan pada ilmu pertambangan kepada anggota khususnya, masyarakat umumnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *