September 9, 2019

Penerapan kebijakan penilaian indikator Reserves Replacement Ratio (RRR) dan Coverage Area (CA) demi terwujudnya umur cadangan mineral yang lebih panjang

Oleh: Muhammad Luthfi (12115039)

Mineral merupakan salah satu unsur penting dalam peradaban manusia sejak dahulu hingga sekarang. Kebutuhan akan mineral untuk kebutuhan manusia terus meningkat. Sebagian besar mineral memiliki peran penting sebagai pemenuhan keperluan barang-barang elektronik. Selain itu, masih banyak sekali fungsi dari mineral diantaranya pembangunan, perhiasan, keuangan, kesehatan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Semakin meningkatnya permintaan pasokan mineral, menyebabkan laju produksi dan penjualan semakin meningkat. Jika hal tersebut tidak disertai dengan penambahan cadangan mineral, maka dikhawatirkan cadangan mineral akan segera habis. Salah satu upaya untuk meningkatkan umur cadangan mineral di Indonesia adalah penerapan kebijakan penilaian indikator RRR dan CA.

Reserves replacement ratio (RRR) adalah perbandingan penambahan cadangan terbukti terhadap produksi secara keseluruhan pada relatif tahun tertentu (Lorne Stockman, 2011). RRR dapat dinyatakan dalam persen (%). Nilai RRR minimal supaya cadangan tidak pernah habis yaitu 100% (artinya setiap dilakukan produksi sebanyak 1 satuan berat, ditemukan cadangan baru sebanyak 1 satuan berat pula), semakin besar nilai RRR, maka semakin baik supaya jumlah cadangan yang dimiliki negara semakin banyak dan berumur semakin panjang. Penerapan kebijakan penilaian RRR akan memperbesar peluang semakin panjangnya umur cadangan mineral di Indonesia. Selain itu, nilai RRR dapat digunakan oleh investor atau analisis untuk menilai performa persahaan tambang mineral karena RRR dapat memprediksi ketersediaan cadangan mineral di masa depan sehingga mengestimasi umur proyek, pendapatan perusahaan, dan lain-lain. Saat ini penerapan kebijakan RRR hanya diterapkan dalam industri minyak dan gas, namun belum diterapkan dalam industri pertambangan di Indonesia. RRR memiliki kaitan erat dengan CA. Coverage area (CA) adalah perbandingan luas area yang telah dieksplorasi terhadap luas area prospek yang belum dieksplorasi. Semakin besar nilai CA, maka semakin detail informasi yang ada mengenai potensi keterdapatan mineral sehingga dapat dinilai bahwa perusahaan telah memaksimalkan potensi cadangan yang terdapat dalam area prospeknya.

Penerapan penilaian indikator RRR di Indonesia dapat memberikan dampak positif terhadap perindustrian pertambangan di Indonesia. Salah satunya akan memperbesar nilai CA terutama perusahaan yang nilai CA-nya masih kecil. Pemerintah harus memiliki akses yang mudah dalam memperoleh informasi detail mengenai sumberdaya dan cadangan suatu perusahaan. Transparansi data ini, bertujuan agar pemerintah bisa mengetahui dari segi genesa dan geologi di sekitar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kemungkinan adanya potensi sumberdaya dan cadangan untuk upaya peningkatan RRR di Indonesia.

Dalam melakukan penilaian indikator RRR dan CA, sejauh ini Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral telah memiliki konsep pengklasifikasian menjadi 4 kuadran sebagai berikut:

Grafik 1. Klasifikasi RRR dan CA

kemudian penulis menambahkan rekomendasi nilai batas yang sebaiknya digunakan dalam kuadran tersebut yaitu 50% untuk CA dan 100% untuk RRR menjadi sebagai berikut:

Grafik 2: Klasifikasi RRR dan CA disertai usulan nilai batasnya

Berdasarkan pengklasifikasian kelas tersebut dapat ditentukan sikap pemerintah terhadap setiap kelas. Kelas I, menunjukkan bahwa nilai CA < 50% dan RRR <100%. Artinya, performa perusahaan dalam melakukan kegiatan eksplorasi masih rendah akibat masih rendahnya nilai CA. Tentu pemerintah harus memberi peringatan dan mendorong perusahaan yang masuk ke dalam kelas ini untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang lebih masif sehingga nilai CA dapat meningkat dan diharapkan bisa meningkatkan RRR. Kelas II, menunjukkan bahwa nilai CA > 50% dan RRR < 100%. Artinya, performa eksplorasi perusahaan sudah cukup baik walaupun nilai RRR masih rendah. Rendahnya nilai RRR dalam kasus ini bisa saja disebabkan karena potensi sumberdaya baru yang dapat dikonversi menjadi cadangan. Kelas III, menunjukkan bahwa nilai CA ≥ 50% dan RRR ≥ 100%. Artinya, performa perusahaan dalam melakukan kegiatan eksplorasi sudah cukup baik dan berhasil menemukan sejumlah potensi cadangan baru sehingga nilai RRR. Perusahaan yang masuk ke dalam kelas ini pantas untuk diberikan penghargaan. Kelas IV, menunjukkan bahwa nilai CA < 50% dan RRR ≥ 100%. Artinya, potensi sumberdaya baru yang dapat dikonversi menjadi cadangan cukup besar (nilai RRR) walaupun performa perusahaan masih kurang maksimal. Pemerintah tentu dapat berupaya dengan memberikan insentif agar perusahaan lebih meningkatkan kegiatan eksplorasinya.

Industri minyak dan gas (migas) telah menerapkan penilaian indikator RRR dikarenakan cadangan migas yang tersisa di Indonesia hanyalah sedikit. Sehingga penerapan nilai RRR perlu diterapkan demi terwujudnya kemandirian energi Indonesia yang memiliki umur panjang. Namun, industri pertambangan khususnya mineral seperti yang dibahas dalam artikel ini belum memberikan perhatian serupa terhadap umur cadangan. Maka dari itu, sangat baik jika pemerintah akan segera menerapkan penilaian indikator RRR dan CA dari perusahaan tambang. Saya sangat berharap kepada negara Indonesia khususnya dalam industri pertambangannya dapat terus unggul dalam umur yang panjang, sehingga saya mengajak seluruh pembaca untuk terus mengkaji segala bentuk usaha perbaikan atau evaluasi keberlangsungan industri pertambangan di Indonesia.

Daftar Pustaka:

Attanasi, Emil D., Philip A. Freeman, dan Jennifer A. Gloveier. 2007. Statistic of Petroleum Exploration in the World Outside the United States and Canada Through 2001. Virginia: U.S. Geological Survey.

Kenton, Will. 2018. Reserve-Raplecement Ratio. New York: Investopedia (Online).

Prihatmoko, Sukmandaru. 2017. Ketika Eksplorasi dan Discovery Menurun (Online).

Stockman, Lorne. 2011. Reserves Replacement Ratio in a Marginal Oil World: Adequate Indicator or Subprime Statistic?.Washington DC: Oil Change International.

SHARE:
Divisi Kajian 0 Replies to “Penerapan kebijakan penilaian indikator Reserves Replacement Ratio (RRR) dan Coverage Area (CA) demi terwujudnya umur cadangan mineral yang lebih panjang”