September 9, 2019

Pertambangan dan Revolusi Industri 4.0

Oleh: Arsy Ghony (12117008)

Revolusi industry 4.0 saat ini telah berkembang di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sejumlah sektor industri nasional telah memasuki era Industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman. Industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. SistemIndustry 4.0 ini akan memberikan keuntungan bagi industri, misalnya menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain sector sector diatas, perlahan-lahan industry pertambangan ikut dalam perubahan tersebut. Jauh sebelum hadirnya revolusi industry 4.0. industry pertambangan menjadi kurang penting akibat kegiatan pertambangan selalu memberikan dampak negative kepada lingkungan berupa pencemaran udara melalui aktivitas angkut muat yang menyebabkan munculnya debu dan kerusakan jalan. Selain efeknya terhadap lingkungan tambang menjadi salah satu musuh terbesar masyarakat yang tinggal disekitar area penambangan, hal ini disebabkan selain kerusakan lingkungan, ketidakpedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar penambangan memeberikan dampak ketidakpercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Revolusi industri 4.0 pertama kali diperkenalkan pada Hannover Fair 2011 yang ditandai dengan revolusi digital, revolusi industri 4.0 bakal juga menaikan produktivitas. Saat ini beberapa industry pertambangan mulai menerapkan konsep revolusi industry ini kedalam aktivitas pertambangan mereka, namun seefiseien dan seefektifnnya suatu revolusi pasti perusahaan harus menghadapi berbagai macam masalah. Contonya salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia P.T. Freeport, saat ini mereka menerapkan kerja yang berbasis otomotif atau controling computerication pada beberapa aktivitas pembongkaran mineral bebatuan. Aktivitas ini dilakukan oleh sebuah alat dum truck mobil besar tanpa ada kontrol secara langsung oleh para pekerja, pekerja hanya memantau dan mengendalikan alat tersebut dari jauh melalui rungan yang telah didesain khusus. Disinilah konsep revolusi industry 4.0 yang semua kegiatannya dapat dikendalikan melalui computer. Kehadiran revolusi industri 4.0 akan berdampak besar kepada masyarakat karena semua akan dikerjakan secara otomatis melalui computer maka ini akan mengecilkan lapangan pekerjaan, sehingga timbul masalah baru yakni pengangguran dan PHK besar besaran oleh perusahaan tersebut. Menurut data Kemenaker, total angkatan kerja (usia produktif) mencapai tingkat 192 juta orang, dari jumlah tersebut sebanyak 128 juta angkatan kerja 64 juta bukan angkatan kerja produktif (ibu rumah tangga dsb). Dan dari angkatan kerja sebesar 121 juta orang sebanyak 7,04 adalah penganggur terbuka. Sehingga sebagai engineer pekerja tambang harus sadar akan dampak positif dan negative dari revolusi industry 4.0 yang saat ini telah berkambang di seluruh penjuru dunia.

SHARE:
Divisi Keprofesian 0 Replies to “Pertambangan dan Revolusi Industri 4.0”