SENTANI (Seminar Tambang Masa Kini)

Apa itu SENTANI?

SENTANI (Seminar Tambang Masa Kini) merupakan salah satu program kerja dari Divisi Propaganda Keprofesian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan Anggota HMT-ITB terkait keilmuan keprofesian pertambangan. Konsep acara SENTANI adalah seminar keilmuan keprofesian yang dilaksanakan secara daring. SENTANI telah dilaksanakan pada Sabtu, 11 Desember 2021 dengan pemateri Feri Indrayana, S.T., MBA dan Chandra, S.T., M.T. SENTANI kali ini membawa topik “Transformasi Industri Mineral dan Batubara di Masa Transisi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Sharing Pengalaman PT Berau Coal

Pak Feri selaku pembicara pada SENTANI menyampaikan materi terkait adaptasi yang perlu dan telah dilakukan pada industri pertambangan di Indonesia. Mulai dari inovasi dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan seperti penerapan cyber physical system dan in cabin camera, lalu inovasi dari sektor lingkungan seperti penerapan ecomode system pada Unit HD, dan inovasi sosial seperti penyiapan peralian ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat setempat. Optimalisasi dari inovasi tersebut didasari oleh langkah-langkah emerging, coordinate, dan transformative. Pada akhir sesi, Pak Feri berpesan kepada seluruh anggota HMT-ITB yang hadir pada acara SENTANI bahwa mahasiswa harus memiliki complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating, cognitive flexibility, negotiation, service orientation, emotion intelligence, judgment dan decision making untuk dapat bersaing di industri pertambangan pada masa industri 4.0.

Transformasi Bisnis Nikel

Pada SENTANI yang telah dilaksanakan kemarin, Pak Chandra menyampaikan materi terkait transformasi bisnis nikel. Dijelaskan terkait proyeksi pasar pada industri nikel akan mengalami beberapa permasalahannya. Salah satu permasalahan utama yang akan dihadapi yaitu defisit pasokan nikel dari industri tambang yang diperkirakan terjadi pada paruh kedua dalam dekade ini, karena menipisnya cadangan nikel global. Ditambah lagi fakta dimana nikel memiliki carbon intensity tertinggi di antara top 5 base metals. Berkembangannya konsep energi bersih akhir-akhir ini pun mulai memengaruhi transformasi bisnis nikel yang membuat permintaan nikel untuk pembuatan baterai kendaraan bebas emisi pun meningkat. Melalui masalah dan permintaan tersebut, kedepannya ada potensi dari bisnis di industri nikel kedepannya. Salah satu bentuk transformasi yang diperkirakan oleh Pak Chandra adalah bisnis recycle beterai Li-ion yang menghasilkan secondary nickel.

Leave a Reply