September 9, 2019

Wanita dalam Dunia Pertambangan, Why not?

Oleh: Amrita Oza Nabilla (12115007)

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca tambang. (sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Pertambangan)

Berdasarkan situs pada Program Studi Teknik Pertambangan ITB, tantangan-tantangan bagi mahasiswa teknik pertambangan di masa yang akan datang meliputi:

  • Kapasitas produksi yang semakin besar sejalan dengan berkembangnya kemampuan alat dan tuntutan pasar sehingga menuntut perencanaan dan pengelolaan tambang yang efisien,
  • Meningkatnya kemungkinan penambangan bawah tanah akibat sudah terbatasnya jumlah cadangan untuk penambangan terbuka, serta penerapan konservasi sumberdaya dan cadangan akibat semakin terbatasnya jumlah sumberdaya dan cadangan,
  • Dituntutnya kesadaran dalam penerapan Good Mining Practices, meningkatkan keselamatan kerja, serta perhatian lebih terhadap permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan untuk keseluruhan pengusahaan penambangan.
  • Tuntutan undang-undang dan kebijakan pemerintah untuk melakukan pemurnian bahan tambang di dalam negeri, serta pemanfaatan endapan marjinal termasuk didalamnya pemanfaatan batubara energi rendah.

Wanita berdasarkan asal bahasanya tidak mengacu pada wanita yang ditata atau diatur oleh laki-laki atau suami pada umumnya terjadi pada kaum patriarki. Arti kata wanita sama dengan perempuan, perempuan atau wanita memiliki wewenang untuk bekerja dan menghidupi keluarga bersama dengan sang suami. Tidak ada pembagian peran perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga, pria dan wanita sama-sama berkewajiban mengasuh anak hingga usia dewasa. Jika ada wacana perempuan harus di rumah menjaga anak dan memasak untuk suami maka itu adalah konstruksi peran perempuan karena laki- Amrita Oza Nabilla (12115007) laki juga bisa melakukan hal itu, contoh lain misalnya laki-laki yang lebih kuat, tegas dan perempuan lemah lembut ini yang kemudian disebut dengan gender. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Wanita)

Dari definisi-definisi yang disajikan, dapat kita lihat bahwa kemungkinan tidak adanya sinkronisasi antara pertambangan dan wanita. Pada kenyataannya pun demikian. Dunia pertambangan memang bisaanya didominasi oleh kaum pria, mengingat pekerjaan yang dihadapi cukup berisiko dan bisa dibilang menantang. Pekerjaan di dunia pertambangan memang bisaanya berada di luar ruangan (lapangan), dan dapat memakan waktu lama sehingga mengharuskan seseorang untuk jauh dari tempat tinggal serta jauh dari keluarga. Saat tahapan eksplorasi misalnya, pada kegiatan ini mengharuskan untuk pekerja terjun langsung ke lapangan dan bisaanya di area yang masih asing belum terjamah. Hal-hal seperti itulah yang membuat bidang ini kurang diminati oleh kaum wanita. Bahkan apabila ada wanita yang bergelut di bidang pertambangan, kemungkinan besar akan menjadi bahan pembicaraan orang sekitar dan menimbulkan banyak opini.

Seiring dengan berkembangnya jaman dan kemajuan teknologi, semua sepertiya mengalami perubahan, termasuk dalam minat seseorang dalam bidang pertambangan. Entah apa alasannya, setiap orang memiliki alasannya tersendiri. Saat ini, sudah banyak kampus yang menyediakan jurusan Teknik Pertambangan, karena Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki potensi tambang besar di dunia. Tidak hanya itu, kinipun, sudah semakin banyak wanita yang berminat dan berlomba-lomba untuk masuk ke dalam jurusan ini. Padahal jika dibanding dahulu, jauh berbeda, yang dahulu wanita merupakan aset di dalam pertambangan, saat ini berubah menjadi suatu hal yang bisa dijumpai.

Seorang wanita yang sejatinya merupakan seorang calon ibu bagi anak-anaknya kelak, dan sejatinya dikodratkan sebagai ibu untuk mengurus rumah tangganya berdiam diri di rumah. Hal ini sepertinya menjadi seakan-akan wanita menyimpang dari kodratnya, karena harus bekerja dengan penuh resiko yang dihadapinya. Apa sebenarnya tujuannya? Mencari uangkah? Mencari calon suamikah? Mencari pengalamankah? Atau memang menekuni hobi? Bisa dibilang semuanya itu benar adanya. Lalu, seberapa berperankah seorang wanita apabila bekerja di bidang pertambangan? Bukankah malah Amrita Oza Nabilla (12115007) menjadi beban suatu perusahaan? Opini-opini yang salah seperti itu haruslah segera dihentikan dan dihilangkan dari pikiran masyarakat.

Berdasarkan suatu situs (https://omc.proxsisgroup.com/kesempatan-kerja-bagiwanita-di-industri-pertambangan-dan-migas/), mengatakan bahwa saat ini banyak perusahaan tambang yang merekrut wanita berkualitas sesuai bidangnya, dibagi menjadi dua yaitu:

a. Memiliki keterampilan

  • Peranan di Bidang Ilmiah: Pekerjaan pertambangan dan migas tersedia bagi wanita yang memenuhi syarat dalam bidang geologi, geo-science, surveyor, teknik kimia, ilmu sosial, manajemen lingkungan dan teknik mesin, dll.
  • Peranan di Bidang Bisnis: bidang manajemen, akuntansi, manajemen proyek, sumber daya manusia dan kesehatan keselamatan kerja.
  • Peranan di Bidang TI: Industri pertambangan berkembang, sehingga harus didukung teknologi informasi (TI) dan perangkat lunak. Wanita dapat menemukan pekerjaan di bidang TI, termasuk manajemen database, rekayasa sistem, helpdesk, sistem pendukung dan pemrograman software.
  • Peranan Berbasis Teknis: Teknisi listrik, petugas boiler, tukang las dll.
  • Peranan Kerja Berat: Saat ini, semakin umum menemukan wanita yang bekerja sebagai pengebor, pengemudi truk, operator dump truck atau operator mobil (mengemudi loader front-end, bulldozer, excavator, backhoe, grader, scaper, dan truck forklift).

b. Tidak memiliki keterampilan

  • Administrasi Kantor
  • Catering (misalnya asisten dapur)
  • Petugas Kebersihan
  • Kerja lapangan (pengumpulan data)
  • Entri data

Selain dari yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak peluang yang dapat dilakukan oleh seorang wanita dalam bidang pertambangan. Misalnya seorang wanita dapat bekerja di kantor, atau dapat masuk ke dalam ranah pemerintahan untuk Amrita Oza Nabilla (12115007) membuat aturan. Wanita dapat membuat suatu kebijakan dengan kemampuannya yang cakap dalam mengurus berbagai hal, sehingga diharapkan dapat menjadikan pertambangan yang sudah ada menjadi lebih baik lagi dengan regulasi-regulasi yang ada. Tambang di masa yang akan datang akan lebih terjamin dengan kehadiran wanita di dalam bidangnya. Sarjana tambang, terutama seorang wanita, selain menjadi seorang ibu kelak, dapat mengajarkan pengalaman kepada anak-anaknya tentang arti sebuah kehidupan yang pernah dialaminya di dunia pertambangan yang terbilang keras. Anak yang hebat lahir dari seorang wanita yang hebat.

Cadangan bahan tambang masih begitu banyak, dan di Indonesiapun tambang masih menjadi sumber energi negara, salah satunya pembangkit listrik. Setiap barang yang digunakan oleh manusia juga merupakan barang tambang, sehingga eksistensi tambang masih ada hingga masa yang akan datang. Kita sebagai generasi penerus (agen of change) terutama wanita, marilah kita memulai pergerakan untuk mewujudkan pertambangan di Indonesia yang dapat bersaing di kelas dunia

“Sarjana, jangan mengaku sarjana bila kau tidak berguna bagi bangsa dan negara”. Oza HMT15007

SHARE:
Divisi Kajian 0 Replies to “Wanita dalam Dunia Pertambangan, Why not?”